Kamis, 10 Mei 2012

DATABASE RELASIONAL
File versus Database Informasi mengenai atribut suatu entitas, seprti nama pelanggan dan alamatnya, disimpan dalam field. Semuaa field yang berisi data mengenai suatu entitas misalnya suatu pelanggan, membentuk catatan (record). Gabungan dari beberapa catatan yang saling berhubungan seperti seluruh catatan pelanggan membentuk file. Suatu gabungan file yang saling berhubungan dan dikoordinasi secara terpusat membentuk database.
Jenis-jenis File
a. File utama (master file) Menyimpan informasi komulatif mengenai sumber daya organisasi dan pelaku-pelaku dengan siapa mereka berinteraksi. File-file utama adalah file permanen, file tersebut telah melalui berbagai periode fiscal. Tetapi, catatan individual dalam suatu file utama sering kali berubah.
b. File transaksi (transaction file) Berisi catatan mengenai setiap transaksi bisnis yang terjadi dalam periode fiscal tertentu. File transaksi tidak bersifat permanen, tetapi biasanya dipertahankan tetap online hanya selama satu periode fiscal. Database Database adalah gabungan file yang saling berhubungan dan dikoordinasi secara terpusat. Pendekatan database memperlakukan data sebagai sumber daya organisasi yang seharusnya digunakan dan dikelola oleh seluruh bagian organisasi tersebut, bukan hanya oleh suatu department atau fungsi tertentu saja.
SISTEM DATABASE
Tampilan Logis dan Fisik Data System database memisahkan tampilan logis dan fisik data. Tampilan logis adalah bagaiman pemakai secara konseptual mengatur dan memahami data. Tampilan fisik merujuk pada bagaimana dan dimana data secara fisik diatur dan disimpan dalam disk, tape, CD-ROM, dan lainnya. Skema Skema mendeskripsikan struktur logis database.
Terdapat tiga tingkat skema :
a. Skema tingkat konseptual Adalah tampilan seluruh database pada tingkat organisasi. Skema ini mendaftar element-element data dan hubungan antar mereka
b. Skema tingkat eksternal Terdiri dari satu set tampilan individual bagi pemakai dari berbagai bagian database, yang setiap bagiannya merupakan subskema.
c. Skema tingkat internal Menyediakan tampilan tingkat rendah dari database. Skema ini mendiskripsikan bagaiman data sebenarnya di simpan dan diakses, termasuk informasi mengenai petunjuk, indeks, panjang catatan dan seterusnya.
Kamus Data Salah satu komponen kunci dari DBMS adalah kamus data (data dictionary) yang mencakup informasi mengenai struktur database. Setiap element data yang disimpan dalam database, seperti nomor pelanggan, memiliki catatan di kamus data yang mendiskripsikan element tersebut. Bahasa-bahasa DBMS Setiap DBMS harus menyediakan sarana untuk pelaksanaan tiga fungsi dasar yaitu menciptakan, mengubah dan mempertanyakan database.
Bahasa defenisi data, digunakan untuk :
a. Membangun kamus data
b. Mengawali atau menciptakan database
c. Mendiskripsikan pandangan logis untuk setiap pemakai atau programmer Bahasa manipulasi data, digunakan untuk perawatan data, yang mencakup operasi seperti pembaruan, penyisipan, dan penghapusan suatu bagian dari database.
Bahasa permintaan data, digunakan untuk menyelidiki database. Apabila bahasa manipulasi data digunakan untuk mengubah isi database, maka bahasa permintaan data hanya digunakan untuk mengambil data, menyortir, menyusun, dan menyajikan suatu bagian dari database sebagi respons atas permintaan data.
 DATABASE RELASIONAL
Kebanyakan DBMS yang baru disebut sebagai database relasional karena menggunakan model rasional data yang dikembangkan oleh Dr. E.F.Cood tahun 1970 model relasional data mewakili semua yang disimpan di database, dalam bentuk table. Secara teknis table-tabel ini dinamakn hubungan. Setiap baris dalam setiap hubungan yang disebut dengan tuple, berisi data mengenai keberadaan spesifik jenis entitas yang diwakili oleh table.
Jenis-jenis Atribut
• Kunci utama (primary key) adalah atribut atau kombinasi dari beberapa atribut yang secara unik mengidentifikasi baris tertentu dalam sebuah table.
• Kunci luar (foreign key) adalah atribut yang muncul dalam suatu table yang juga merupakan kunci utama dalam table lainnya. Kunci-kunci luar digunakan untuk menghubungkan table-tabel.
• Atribut lainnya yang bukan berupa atribut kunci (non key atribute) didalam setiap table, menyimpan informasi penting mengenai entitasnya.
Persyaratan Dasar untuk Model Data Relasional
a. Setiap kolom dalam sebuah baris harus berlainan nilainya
b. Kunci utama tidak boleh bernilai nol
c. Kunci luar jika tidak bernilai nol, harus memiliki nilai sesuai dengan nilai kunci utama dihubungan yang lain.
d. Seluruh atribut yang bukan merupakan kunci dalam sebuah table harus mendeskripsikan objek yang diidentifikasi oleh kunci utama.
Masalah yang berhubungan dengan penyimpanan seluruh data dalam satu table Salah satu masalah dengan penyimpanan seluruh data di dalam satu table adalah timbulnya banyak pengulangan. Pengulangan yang dapat membuat pemeliharaan file memakan waktu lama dan cenderung dapat timbul kesalahan. Terdapat tiga masalh yang dapat muncul :
• Anomaly pembaruan, karena perubahan (pembaruan) yang dilakukan atas nilai dat tidak dicatat dengan benar. Sebagai contoh, mengubah alamat seorang pelanggan membutuhkan pencarian atas seluruh table, setiap kali alamat pelanggan tersebut muncul maka harus diubah.
• Anomali penyusupan, adalah kondisi data pelanggan, penjual, dan persediaan tidak dipelihara secara independent dari data faktur penjualan.
• Anomaly penghapusan, adalah menimbulkan hasil yang tidak diharapkan saat menghapus baris di tabel tersebut. Solusi masalah : penggunaan serangkaian table Masalah-masalah yang berhubungan dengan usaha untuk menyimpan seluruh data dalam satu table dapat dihindari dengan membuat serangkaian table. Memiliki satu table untuk setiap entitas terpisah yang dibutuhkan. Pertama-tama, perhatikan bahwa pengulangan data berkurang banyak dalam desain ini.sebagai contoh, seluruh atribut yang bukan merupakan kunci seperti alamat pelanggan dan harga per unit barang persediaan, hanya disimpan sekali. Hal ini menghindari timbulnya masalah anomaly pembaruan. Akan tetapi, lihatlah bahwa pengurangan tidak seluruhnya ditiadakaan. Dua pendekatan dalam database Normalisasi yang dimulai dengan asumsi bahwa semua data awalnya disimpan dalam satu table besar. Pendekatan ini kemudian diikuti dengan serangkaian peraturan untuk memisah-misahkan table awal menjadi serangkaian table yang dinormalisasi.
Tujuannya adalah menghasilkan serangkaian table yang dapat dikategorikan sebagai bentuk normal ketigaa (third normal form-3NF), karena table-tabel seperti ini bebas dari masalah anomaly pembaruan, penyisipan, serta penghapusan. Cara alternative untuk mendesain database relasional yang terstruktur dengan baik adalah dengan menggunakan pembuatan model data semantic. Dalam pendekatan ini, desainer database menggunakan pengetahuan mereka mengenai bagaimana proses bisnis biasanya berlangsung dan mengenai kebutuhan informasi yang berhubungan dengan proses transaksi, untuk membuat gambar grafis mengenai hal-hal yang seharusnya dimasukkan dalam database yang didesainnya.
SISTEM DATABASE DAN MASA DEPAN AKUNTANSI
System database dapat sangat mempengaruhi sifat dasar akuntansi. System database juga memiliki potensi untuk mengubah sifat pelaporan eksternal, secara signifikan. Bagaimana perusahaan seharusnya meringkas dan melaporkan informasi akuntansi ke pemakai luar. Pengaruh system database yang paling signifikan mungkin dalam hal cara informasi akuntansi akan dipergunakan dalam pengambilan keputusan. Kesulitan merumuskan permintaan khusus dalam system akuntansi berdasarkan pendekatan file atau system DBMS yang tidak relasional, membuat akuntan bertindak seolah-olah sebagai penjaga gerbang informasi. Informasi keuangan tersedia hanya dalam format yang belum tetap dan dalam waktu tertentu saja. Akan tetapi, database relasional menyediakan bahasa permintaan yang luas dan mudah dipergunakan. Jadi, para manajer tidak perlu lagi terhalang denagn berbagai detail prosedur mengenai cara mendapatkan informasi.
tugas
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 
TENTANG 
DATABASE RELASIONAL


Oleh: 
YUNITA TRI ANDRA YANI 
 
 
AKUNTANSI 
FAKULTAS EKONOMI 
UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

Selasa, 08 Mei 2012

RASIO PROBABILITAS

RASIO PROBABILITAS Menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya. Rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba disebut juga operating ratio.

1. ROI (Return On Investment) Analisis laporan keuangan dengan ROI dimana ini mengukur laba yang dihasilkan yang dibandingkan dengan rata-rata total asset. PT Delta, ROI meningkat dari tahun ke tahun, 2008 sebesar (15,5%), 2009 (22,02%), dan 2010 (24,38%). Peningkatan ini dikarenakan penjualan yang selalu naik kecuali pada tahun 2010 penjualan mengalami sedikit penurunan namun d imbangi dengan penurunan HPP sehingga laba usaha tetap naik dari tahun ke tahun. Sehingga dapat disimpulkan tingkat pengembalian investasi pada PT Delta dari tahun ke tahun semakin bagus karena perusahaan mampu mengendalikan operasionalnya. ROI PT Delta juga melebihi dari rata-rata industry dari tahun ke tahun semakin bagus.

2. ROA (Return On Assets) Rasio ini menunjukkan berapa besar laba bersih diperoleh perusahaan bila diukur dari nilai aktiva. Untuk mengukur seberapa berhasilnya management menggunakan asset untuk menghasilkan laba. Dimana laba bersih dibandingkan dengan total asset rata-rata. ROA PT Delta dari tahun ke tahun terus naik dan juga melebihi rata-rata industry. ROA terus naik karena peningkatan laba bersih perusahaan tiap tahunnya. Meskipun pada tahun 2009 HPP naik namun beban usaha turun.

3. ROE (Return On Equity) Rasio ini menunjukkan berapa persen diperoleh laba bersih jika diukur dari modal pemilik (ekuitas), untuk mngukur persentase oleh pemegang saham. Untuk menghitung ROE yaitu laba bersih dibandingkan dengan total ekuitas rata-rata. ROE perusahaan naik dari tahun ke tahun. Dikarenakan peningkatan laba bersih dengan rata-rata total ekuitas relatif sama. ROE tahun 2008 17,12% lebih tinggi dari rata-rata industri, meningkat menjadi 22,79% tahun 2009, dan 23,9% di tahun 2010.

KESIMPULAN:
Dari analisis laporan keuangan PT Delta pada ROI, ROA, dan ROE dapat disimpulkan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari tahun ke tahun semakin bagus. Dan jika dilihat dari rata-rata industry secara keseluruhan, posisi dan perkembangan perusahan cukup bagus di tengah industri lain.