JEMBATAN AKAR
Terletak di kampung Pulut-pulut
kecamatang Bayang Utara. Objek wisata ini berjarak 24 KM dari Painan dan 65 KM
dari Padang. Jembatan Akar ini merupakan objek wisata yang sangat unik karena
jembatan ini terbentuk dari penyatuan jalinan akar-akar pohon beringin,
sehingga membentuk suatu jembatan, dan yang menarik lagi di bawahnya terdapat
sungai/batang Bayang, yang dapat digunakan untuk aktivitas arung jeram.
Jembatan ini pertama kali dibuat oleh
seorang tokoh masyarakat bernama Pakiah Sokan pada tahun 1916 dengan tujuan
untuk menghubungkan dua desa yang terpisah oleh sungai. Kondisi jembatan ini
semakin lama semakin kuat karena semakin besarnya akar pohon beringin yang
membentuknya. Panjang jembatan ini 25 M dengan lebar 1,5 M, setiap hari libur
tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.
Jembatan
Akar cukup unik, karena dirajut dari akar pohon yang tumbuh di kedua
sisi sungai, sehingga membentuk sebuah jembatan utuh. Hal ini berbeda
dengan jembatan biasa yang dibangun menggunakan campuran semen, pasir
dan besi.
Di
samping itu, keunikanan lain adalah bertambah kuatnya jembatan seiring
dengan bertambahnya umur jembatan. Hal ini berbeda dengan jembatan
biasa yang semakin lama umurnya akan semakin rapuh.
Dengan
panjang 25 meter, jembatan akar ini lebih panjang dari jembatan akar
yang ada di Badui, Jawa Barat dan jembatan akar yang ada di Jepang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar