PENGERTIAN TEORI AKUNTANSI
DAN PENALARAN
ARTI PENTING TEORI AKUNTANSI
Teori akuntansi merupakan bagian
penting dari praktik. Pemahaman oleh praktisi dan penyusun standar akan sangat
mendorong pengembangan serta perbaikan menuju praktik yang sehat. Teori akuntansi
menjadi landasan untuk memecahkan masalah-masalah akuntansi secara beralasan
atau bernalar yang secara etis dan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan (Kam,
1990).
PENGEMBANGAN AKUNTANSI
Seperangkat
pengetahuan akuntansi dapat dipandang dari dua sisi pengertian yaitu sebagai
pengetahuan profesi (keahlian) yang dipraktikkan di dunia nyata dan sekaligus
sebagai suatu disiplin pengetahuan yang diajarkan di perguruan tinggi. Dari
segi profesi, akuntansi sering dipandang semata-mata sebagai serangkaian prosedur,
metoda, dan teknik tanpa memperhatikan teori dibalik praktik tersebut.
Akuntansi dipandang sebagai pelaksanaan dan penerapan standar untuk menyusun
seperangkat laporan keuangan.
Sebagai
objek pengetahuan di perguruan tinggi, akademisi memandang akuntansi sebagai
dua bidang kajian yaitu bidang praktik dan teori. Bidang praktik berkepentingan
denganmasalah bagaimana praktik dijalankan sesuai dengan PABU. Bidang teori
berkepentingan dengan penjelasan, deskripsi, dan argumen yang dianggap
melandasi praktik akuntansi yang semuanya dicakup dalam suatu pengetahuan yang
disebut teori akuntansi.
PENGERTIAN AKUNTANSI DAN TEORI AKUNTANSI
Pengertian
teori akuntansi sangat bergantung pada pengertian atau pendefenisian akntansi
sebagai suatu bidang pengetahuan. Artinya, kedudukan akuntansi dalam tatanan
(taksonomi) pengetahuan juga akan menentukan pengertian dan lingkup teori
akuntansi. Akuntansi didefenisikan sebagai seperangkat pengetahuan karena
wilayah materi dan kegiatan cukup luas dan dalam serta telah membentuk kesatuan
pengetahuan yang terdokumentasi secara sistematis dalam bentuk literatur
akuntansi.
Akuntansi
sebagai kegiatan penyedia jasa mengisyaratkan bahwa akuntansi yang akhirnya
harus diterapkan untuk merancang dan menyediakan jasa berupa informasi keuangan
harus bermanfaat untuk kepentingan sosial dan ekonomik negara tempat akuntansi
diterapkan.
Sebagai
seperangkat pengetahuan, akuntansi didefenisikan sebagai: seperangkat
pengetahuan yang mempelajari perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi keuangan
kuantitatif unit-unit organisasi dalam suatu lingkungan negara tertentu dan
cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada pihak yang
berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan ekonomik.
Dalam
artisempit sebagai proses, fungsi, atau praktik, akuntansi dapat didefenisiskan
sebagai: proses pengidentifikasian, pengesahan, pengukuran, pengakuan,
pengklasifikasian, penggabungan, peringkasan, dan penyajian data keuangan dasar (bahan olah akuntansi) yang
terjadi dari kejadian-kejadian, transaksi-transaksi, atau kegiatan operasi
suatu unit organisasi dengan cara
tertentu untuk mengahasilkan informasi yang relevan bagi pihak yang
berkepentingan.
TEORI AKUNTANSI SEBAGAI TEKNOLOGI
Teknologi
merupakan seperangkat pengetahuan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat
dan pengertian teknologi tidak terbatas pada teknologi tidak terbatas pada
teknologi fisis (hard technology) tetapi juga teknologi lunak (soft
technology). Teknologi merupakan saranan untuk memecahkan masalah nyata dalam
lingkungan tertentu dan untuk mencapai tujuan tertentu. Teknologi digunakan
untuk mengendalikan variabel-variabel alam dan sosial untuk mencapai kehidupan
tertentu yang lebih baik. Karena akuntansi masuk dalam bidang pengetahuan
teknologi, akuntansi dapat didefenisikan sebagai “rekayasa informasi dan
pengendalian keuangan”.
TEORI AKUNTANSI SEBAGAI SAINS
Teori
adalah seperangkat konsep, defenisi, proporsi yang saling berkaitan secara
sistematis yang diajukan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena atau fakta.
Teori akan berisi pernyataan-pernyataan asumsi dan hipotesis. Proporsi adalah
pernyataan tentang hubungan teoritis konsep-konsep yang diteorikan. Konsep
adalah makna atau karakteristik yang berkaitan dengan kejadian, objek, kondisi,
atau perilaku. Suatu proposis misalnya berbunyi: “asas akrual lebih bermanfaat
dari pada asas tunai”. Dalam hal ini, “asas akrual” dan “asas tunai” merupakan
konsep sedangkan “lebih bermanfaat dari pada” merupakan hubungan teoritis
konsep-konsep tersebut. Agar menjadi teori yang kuat proposisi harus
dimungkinkan untuk diuji secara ilmiah dan didukung oleh apa yang naytanya
diamati (data empiris).
Sebagai
sains, kegiatan penjelajahan dan riset akuntansi lebih diarahkan untuk menguji
secara ilmiah teori-teori tersebut yang diajukan sebagai penjelasan fenomena
akuntansi, alam, atau sosial. Dari pengertian tersebut, tujuan teori adalah
menjelaskan dan memprediksi. Bila pengertian di atas diterapkan untuk
akuntansi, teori akuntansi sering dimaksudkan sebagai sains yang berdiri
sendiri yang menjadi sumber atau induk pengetahuan dan praktik akuntansi.
TEORI AKUNTANSI
SEBAGAI PENALARAN LOGIS
Teori
berusaha untuk memberikan pembenaran terhadap praktik agar praktik mempunyai
kekuatan untuk dapat di pertahankan atau dipertanggungjawabkan kelayakannya.
Penalaran logis berisi asumsi, dasar pikiran, konsep, dan argumen yang saling
berkaitan dan yang membentuk suatu rerangka pikir yang logis. Hasil proses
penalaran logis dapat dituangkan dalam bentuk dokumen yang berisi prinsip-prinsip
umu yang menjadi landasan umum untuk menetukan tindakan atau prakti yang
terabaik dalam mencapai suatu tujuan. Paton dan Littleton mengemukakan bahwa
tujuan teori akuntansi adalah menyediakan gagasan-gagasan mendasar yang menjadi
basis atau fundasi dalam proses perekayasaan pelaporan keuangan. Hasil
perekayasaan tersebut berupa seperangkat doktrin yang berkaitan secara logis,
terkoordinasi dan konsisten yang mempunyai fungsi sebagai landasan untuk
penurunan standar akuntansi.
Pengertian
Penalaran
Penalaran
adalah proses berpikir logis dan sistematis untuk membentuk dan mengevaluasi
suatu keyakinan terhadap suatu pernyataan atau asersi. Penalaran melibat
inferensi yaitu proses penurunan konsekuensi logis dan melibatkan pula proses
penarikan simpulan/ konklusi dari serangkaian pernyataan tau asersi.
Unsur dan
Struktur Penalaran
Struktur
dan proses penalaran dibangun atas dasar tiga konsep penting yaitu asersi,
keyakinan, dan argumen.
1. Asersi
Asersi adalah suatu pernyataan
(biasanya positif) yang menegaskan bahwa sesuatu (misalnya teori) adalah benar.
jenis asersi (pernyataan):
a.
Asumsi
Adalah asersi yang diyakini benar
meskipun orang tidak dapat mengajukan atau menunjukkan bukti tentang
kebenarannya secara meyakinkan atau asersi yang orang bersedia menerima sebagai
benar untuk keperluan diskusi atau debat.
b.
Hipotesis
Adalah asersi yang kebenarannya
belum atau tidak diketahui tetapi diyakini bahwa asersi tersebut dapat diuji
kebenarannya
c.
Pernyataan
fakta
Adalah asersi yang bukti tentang
kebenarannya diyakini sangat kuat atau bahkan tidak dapat dibantah
Fungsi asersi:
Asersi
dapat berfungsi sebagai premis dan konklusi. Premis adalah asersi yang
digunakan untuk mendukung suatu konklusi. Konklusi adalah asersi yang
diturunkan dari serangkaian asersi. Suatu argumen paling tidak berisi satu
premis dan satu konklusi.
2. Keyakinan
Keyakinan
adalah tingkat kebersediaan untuk menerima bahwa suatu pernyataan atau teori
(penjelasan) mengenai suatu fenomena atau gejala (alam atau sosial) adalah
benar.
Properitas Keyakinan
Berikut
properitas keyakinan yang perlu disadari dalam berargumen:
a.
Keadabenaran
b.
Bukan
pendapat
c.
Bertingkat
d.
Berbias
e.
Bermuatan
nilai
f.
Berkekuatan
g.
Veridikal
h.
Berketertempaan
3. Argumen
Argumen
adalah serangkaian asersi serta keterkaitan (artikulasi) dan inferensi atau
penyimpulan yang digunakan untuk mendukung suatu keyakinan. Argumenmanjadi
unsur penting dalam penalaran karena digunakan untuk membentuk, memelihara,
atau mengubah suatu keyakinan.
Jenis Argumen:
a.
Argumen
deduktif
Adalah proses penyimpulan yang
berawal dari suatu pernyataan umum yang disepakati (premis) ke pernyatan khusus
sebagai simpulan (konklusi). Kriteria kebenaran deduktif yang terdiri atas:
kelengkapan, kejelasan, kesahihan, dan kepercayaan.
b.
Argumen
induktif
Penalaran ini berawal dari suatu
pernyataan atau keadaan yang khusus dan berakhir dengan pernyataan umum yang
merupakan generalisasi dari keadaan khusus tersebut.
PERSPEKTIF TEORI AKUNTANSI
Selain
perspektif (aspek) taksonomi yang membagi teori akuntansi menjadi penjelasan
ilmiah dan justifikasi, teori akuntansi juga sering dikelompokkan atas dasar
perspektif lain menurut tujuan atau penekanan pembahasan.
Aspek
Sasaran Teori
Aspek
sasaran ini mendasari perbedaan teori akuntansi menjadi teori akuntansi positif
dan normatif. Penjelasan positif berisi pernyataan tentang sesuatu (kejadian,
tindakan, atau perbuatan) seperti apa adanya sesuai dengan fakata atau apa yang
terjadi atas dasar pengamatan mepiris. Penjelasan positif diarahkan untuk
memberi jawaban apakah sesuatu pernyataan itu benar atau salah atas dasar
kriteria ilmiah. Penjelasan normatif berisi pernyaan dan penalaran untuk
menilai apakah sesuatu itu baik atau buruk atau relevan atau tak relevan dalam
kaitannya dengan kebijakan ekonomik atau sosial tertentu. Penjelasan normatif
di arahkan untuk mendukung atau menghasilkan kebijakan politik sehingga
bersifat pembuatan kebijakan.
Aspek
tataran semiotika
Semiotika
merupakan bidang kajian yang membahas teori umu tentang tanda-tanda (signs) dan
simbol-simbol dalam bidang linguistika. Tiga tataran (level) semiotika yaitu
sintaktika, semantika, dan pragmatika.
1.
Sintaktika
Menelaah logika dan kaidah bahasa
yaitu hubungan logis diantara tanda-tanda atau simbol-simbol bahasa.
2.
Semantika
Menelaah hubungan antara tanda
atau simbol dan dunia kenyataan (fakta) yang disimbolkannya.
3.
Pragmatika
Membahas dan menguji apakah
komunikasi efektif dengan mempelajari ada tidaknya perubahan perilaku penerima.
Aspek
Pendekatan Penalaran
Telah
disebut sebelumnya bahwa teori akuntansi dapat diartiakn sebagai penelaran
logisyang memberikan penjelasan dan alasan tentang perlakuan akuntansi
tertentu. Penalaran mempunyai peran penting dalam rangka menerima atau menolak
kebenaran (validitas) suatu teori. Proses penyimpulan yang menghasilkan
pernyataan atau penjelasan sebagai teori dapat bersifat deduktif maupun
induktif.
2 komentar:
^___^
Jawaban contoh soalnya uas mana kak
Posting Komentar