Selasa, 31 Desember 2013

UAS STATISTIK 1 SEMESTER JANUARI JUNI 2011



PANITIA UAS SEMESTER JANUARI JUNI 2011
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
MATA KULIAH
PROGRAM
:
:
STATISTIK 1
S 1
KODE SEKSI
:
87768, 87769, 87676,87520, 87667, 87781, 87518, 87519, 87659
DOSEN MATA KULIAH
:
Drs. Akhirmen, M.Si
Melti Roza Adry, SE, ME
Sifat Ujian
:
Buka Buku
Waktu Ujian
:
120 menit

1.      Berikut ini data harga dan kuantitas beberapa produk pertanian tahun 2008 dan 2009
Produk Pertanian
2009
2010
Harga
Kuantitas
Harga
Kuantitas
A
47
52
57
67
B
27
32
47
54
C
33
39
37
50
Berdasarkan data di atas tentukanlah:
a.      Indeks Harga Marshall and Edgeworth 2010!
b.      Indeks kuantitas Laspeyres 2010!

2.      Berikut ini merupakan data time series tentang PDRB Sumatera Barat Atas dasar harga berlaku periode 2002 – 2009.
Tahun
PDRB (Milyar Rupiah)
2004
24
2005
26
2006
27
2007
29
2008
30
2009
32
2010
35
Berdasarkan data tersebut tentukan:
a.      Persamaan trend linear dengan menggunakan metode kuadrat terkecil (the least square method)!
b.      Ramalkan PDRB tahun 2012 dan 2016.

3.      Sebuah perusahaan meluncurkan 15 produk baru ke pasaran. Peluang produk tersebut sukses di pasaran sebesar 40 persen. Berapa probabilitas:
a.      jika 6 sampai 8 produk sukses dipasaran.
b.      Paling banyak 3 produk sukses di pasaran.

4.      Kepala Bagian Kredit sebuah Bank, mendata nasabah kreditnya pada bulan Mei 2010 berdasarkan jenis pekerjaan dan kelancaran pembayaran kredit. Jumlah keseluruhan nasabah kredit 350 orang. Jumlah nasabah yang bekerja sebagai wirausaha (W) 200 orang, sisanya bukan wirausaha (BW). Jumlah nasabah yang lancar (L) membayar kredit 250 orang, sisanya macet (M). Jumlah wirausaha yang lancar membayar kredit 180 orang. Berapakah probabilitas:
a.      Wirausaha (W) atau kredit macet (M).
b.      Bukan Wirausaha (BW) dan Pembayaran lancar (L).

5.      Jumlah uang yang diminta dalam pendaftaran kredit rumah di Dawn River Federal Saving hampir terdistribusi normal dengan rata-rata hitung $75.000 dan standar deviasi $25.000. Sebuah permohonan kredit diterima pagi ini. Berapakah probabilitas bahwa:
a.      Jumlah yang diminta lebih besar atau sama dengan $ 80.000?
b.      Jumlah yang diminta antara $65.000 dan $80.000?
***Selamat Bekerja, Semoga Sukses***

Sabtu, 21 Desember 2013

SIFAT SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN



SIFAT SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

Pengendalian
Elemen-elemen system pengendalian:
1.      Pelacak (detector) atau sensor: suatu perankat yang mengukur apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan.
2.      Penilai (assessor): suatu perangkat yang mnentukan signifikan dari peristiwa actual dengan cara membandingkan dengan beberapa standar atau ekspektasi dari apa yang seharusnya terjadi.
3.      Effektor: suatu perangkat (yang sering disebut dengan “umpan balik”) yang mengubah perilaku jika assessor mengindikasikan kebutuhan untuk melakukan hal tersebut.
4.      Jaringan komunikasi: perangkat yang meneruskan informasi antara detector dan assessor dan antara assessor dan effektor.
Manajemen
Suatu organisasi terdiri dari sekelompok orang yang bekerja sama-sama untuk mencapai tujuan bersama (dalam suatu organisasi bisnis tujuan utamanya adalah memperoleh tingkatan laba yang memuaskan). Proses pengendalian manajemen adalah proses dimana manajer di seluruh tingkatan memastikan bahwa orang-orang yang mereka awasi mengimplementasikan strategi yang dimaksudkan.
Sistem
Suatu system merupakan suatu cara tertentu dan bersifat repetitive untuk melaksanakan suatu atau sekelompok aktivitas. System memiliki karakteristik berupa rangkaian langkah-langkah yang berirama, terkoordinasi, dan berulang, yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
BATAS-BATAS PENGENDALIAN MANAJEMEN
Pengendalian manajemen
Pengendalian manajemen merupakan proses dengan mana para manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi organisasi. Pengendalian manajemen terdiri atas berbagai kegiatan meliputi:
o   Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan organisasi.
o   Menkoordinasikan aktivitas-aktivitas dari beberapa bagian organisasi.
o   Mengomunikasikan informasi.
o   Mengevaluasi informasi
o   Memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil jika ada.
o   Mempengaruhi orang-orang untuk mengubah perilaku mereka.
Keselarasan tujuan berarti sejauh hal tersebut dimungkinkan, tujuan seorang anggota organisasi seharusnya konsisten dengan tujuan organisasi itu sendiri.
Tekanan financial dan non financial
Financial memfokuskan pada “hasil-hasil” moneter, laba bersih, pengendalian modal dan seterusnya. Non financial yaitu mutu produk, pangsa pasar, kepuasan pelanggan, pengantaran tepat waktu, dan semangat kerja karyawan.
Perumusan strategi
Formulasi strategi merupakan proses memutuskan tujuan organisasi dan strategi untuk mencapai tujuan-tujuan. Strategi merupakan perencanaan yang besar dan penting. Strategi menetapkan secara umum arah tujuan pergerakan organisasi yang diinginkan oleh manajemen senior.
Pengendalian tugas
Pengendalian tugas adalah proses untuk memeastikan bahwa tugas yang spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien. Perbedaan paling penting antara pengendalian tugas dan pengendalian manajemen adalah bahwwa system pengendalian tugas bersifat ilmiah sementara pengendalian manajemen tidak dapat disederhanakan menjadi suatu ilmu.
Dampak internet terhadap pengendalian manajemen:
§  Akses secara mudah dan cepat
§  Komunikasi multi target
§  Komunikasi berbiaya rendah
§  Kemampuan menampilkan citra tertentu
§  Pergeseran kekuatan dan kendali kepada individu

PERUBAHAN LABA DITAHAN



PERUBAHAN LABA DITAHAN
            Terdapat dua factor utama yang mempegaruhi besarnya laba ditahan yaitu laba atau rugi periodic dan pembagian deviden. Laba yang dipindahkan dari akun laba rugi adalah laba yang merupakan selisih seluruh elemen transaksi operasi dalam arti luas yang disebut laba komprehensif. Transaksi lain yang dapat mempengaruhi laba ditahan adalah transaksi yang tergolong dalam transaksi modal. Terdapat beberapa hal yang lain yang dapat menyebabkan laba ditahan dalam suatu perioda berubah selain karena transaksi modal tetapi karena transaksi khusus yaitu:
1. Penyesuaian perioda lalu
Penyesuaian ini sering disebut dengan penyesuaian susulan. Merupakan perlakuan terhadap suatu jumlah rupiah yang mempengaruhi operasi perioda masa lalu bukan sebagai pengurang atau penambah perhitungan laba tahun sekarang tetapi sebagai penyesuaian terhadap laba ditahan awal periode sekarang.
2. Koreksi kesalahan
            Dalam hal tertentu, kesalahan tidak segera dapat diketahui dan baru ketahuan beberapa waktu atau bahkan beberapa periode setelah statemen keuangan disusun dan diterbitkan. APB Opini No. 20 prg. 13 yaitu: untuk dapat disebut kesalahan, suatu jumlah rupiah haru berasal dari kesalahan hitung, kesalahan aplikasi atau penerapan prinsip akuntansi, atau kekhilafan atau kekeliruan menggunakan fakta yang tersedia pada saat penyusunan laporan keuangan.
o   Koreksi sebagai penyesuaian laba ditahan: menurut pandangan ini penyesuaian yang diperlukan terhadap laba yang pernah dilaporkan harus dilakukan langsung terhadap akun laba ditahan untuk semua kasus kecuali untuk koreksi-koreksi yang jumlahnya tidak terlalu besar (material).
o   Koreksi sebagai penyesuaian modal setoran lain: Paton dan Littleton menegaskan bahwa koreksi yang bekaitan dengan penggunaan asset dalam perioda-perioda yang lalu dengan alas an apapun hendaknya dipisahkan dengan premium modal saham.
o   Koreksi sebagai komponen statemen laba-rugi: statemen laba-rugi harus menyatakan laba seperti adanya termasuk rugi atau untung akibat koreksi.
3. Perubahan akuntansi
            Karena alasan tertentu suatu perusahan mungkin melakukan kebijakan yang mempunyai pengeruh terhadap konsistensi  dalam proses akuntansi dan pelaporan keuangan yang disebut dengan perubahan akuntansi. Ada tiga macam perubahan akuntansi yaitu:
o   Perubahan prinsip atau metoda akuntansi (change in accounting principle or method).
o   Perubahan taksiran akuntansi (change in accounting estimate).
o   Perubahan kesatuan pelaporan (change in the reporting entity).
Jumlah rupiah laba dan asset berkaitan yang mula-mula dilaporkan dalam statemen keungan perioda yang lalu sebelum adanya perubahan tentunya akan berbeda dengan jumlah rupiah seandainya perubahan tersebut telah dilakukan dalam perioda sekarang atau berjalan. Salah satu elemen yang terpengaruh adalah laba perioda yang lalu.
            Masalah perekayasaan yang bersangkutan dengan hal ini adalah untuk perioda manasaja pengaruh komulatif perubahan harus diakui. Ada tiga alternative yaitu:
a.       Penyesuaian retroaktif
b.      Penyesuaian sekarang
c.       Penyesuaian sekarang dan prospektif
4. Kuasi-reorganisasi
            Kuasi-reorganisasi biasanya dilakukan dalam hal terjadinya suatu deficit. PSAK No. 51 psal 9 mendeskripsikan pengertian kuasi-reorganisasi sebagai berikut:
Kuasi-reorganisasi adalah reorganisasi, tanpa melalui reorganisasi secara hokum yang dilakukan dengan menilai kembali akun-akun aktiva dan kewajiban pada nilai wajar dan mengeliminasi saldo deficit.
            Selanjutnya ditegaskan bahwa kuasi-rorganisasi merupakan prosedur akuntansi yang mengatur perusahaan untuk meretrukturisasi ekuitasnya dengan menghilangkan deficit dan menilai kembali seluruh asset dan kewajibannya, tanpa melalui reorganisasi secara hokum. Proses kuasi reorganisasi biasanya terdiri atas langkah-langkah berikut:
a.       Asset dan kewajiban perusahan dinilai kembali atas dasar nilai pasar atau nilai wajar pada saat reorganisasi.
b.      Modal setoran lain atau agio saham harus ditentukan jumlahnya sehingga cukup besar untuk menutup deficit.
c.       Saldo debit laba ditahan (deficit) dieliminasikan dengan cara mendebit agio/ premium modal saham.
Syarat-syarat perusahaan yang dapat melakukan kuasi-reorganisasi yaitu (PSAK No. 51, pasal 11).
(a)    Perusahaan mengalami deficit dalam jumlah yang material.
(b)   Perusahaan harus memiliki status kelancaran usaha dan memiliki prospek yang baik pada saat kusi-reeorganisasi dilakukan.
(c)    Perusahaan tidak sedang menghadapi permohonan kepailitan.
(d)   Tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku
(e)    Saldo ekuitas sesudah kuasi-reorganisasi harus positif

Pengaruh deficit terhadap kreditor
            Setiap deficit akan mengurangi batas perlindungan  yang sebelumnya dinikmati oleh kreditor perseroan dan tingkat pengurangan ini akan menjadi makin berpengaruh kalau deficit semakin besar. Kalau laba ditahan jumlahnya cukup untuk menyerap rugi tertentu maka akan timbul deficit ditinjau dari segi neraca meskipun posisi kreditor menjadi kurang terjamin dibandingkan dengan posisi sebelum terjadinya rugi. Kuasi-reorganisasi yang memenuhi syarat tidak dengan sendirinya merugikan kreditor. Seperti juga pemegang saham, kreditor akan dirugikan oleh adanya  rugi dari pada oleh fleksibelitas penyesuaian modal.
PENYAJIAN MODAL PEMEGANG SAHAM
            Urutan penyajian kewajiban dan modal pemegang saham dalam neraca sebenarnya menggambarkan urutan perlindungan dalam kondisi perusahaan dilikuidasi. Dalam terjadi deficit, urutan penyajian menggambarkan urutan penyerapan rugi sedangkan dalam kodisi likuidasi urutan penyajian menggambarkan urutan perlindungan yuridis bagi penyedia dana dalam hal terjadi likuidasi
1. Urutan penyerapan rugi
            Dalam hal terjadi pengorbanan kos akibat  hilangnya manfaat menjadi rugi, rugi tersebut akan diserap dahulu melalui laba bersih dan hanya dalam keadaan yang sangat khusus maka kos tersebut dapat diserapkan oleh kelompok modal pemegang saham. Jadi, urutan penyerapan biaya, rugi, dan rugi luar biasa dapat digambarkan sebagai berikut:
(a)    Pendapatan kotor
(b)   Laba bersih
(c)    Laba ditahan
(d)   Premium modal saham
(e)    Modal saham
2. Urutan menerima distribusi asset
            Urutan perlindungan menunjukkan siapa yang harus didahulukan dalam menerima distribusi asset atau siapa yang menanggung segala akibat dalam kasus perusahaan dilikuidasi. Ditinjau dari segi ini, urutan perlindungan dapat dikemukakan sebagai berikut:
(a)    Karyawan dan pemerintah. Pihak ini dipandang sebagai kreditor yang diprioritaskan yaitu karyawan denganhak atas gaji dan pemerintah dengan hak atas pajak terhutang.
(b)   Kreditor berjamin. Pihak ini adalah pemegang obligasi atau kreditor lain yang haknya dijamin dengan hak sita atas asset tertentu.
(c)    Kreditor takberjamin. Terdiri atas kreditor yang tidak dijamin yang terefleksi dalam utang usaha atau uatng wesel baik jangka pendek maupun jangka panjang.
(d)   Pemegang saham prioritas. Pihak ini dilindungi oleh laba ditahan sebagai penyangga modal saham atau yuridis.
(e)    Pemegang saham biasa. Pihak ini merupakan pemegang hak atas sisa kekayaan yang berarti bahwa pemegang saham biasa harus menanggung lebih dahulu rugi atau deficit.
PERINCIAN LABA DITAHAN
1. Perincian atas dasar sumber
            Laba ditahan dapat dirinci menjadi laba ditahan yang berasal dari operasi normal atau rutin dan yang berasal dari laba luar biasa. Dapat saja pembebanan antara kedua sumbeer laba ditahan tersebut dipertajam. Namun, sebenarnya tidak cukup beralasan untuk memecahkan kembalu jumlah rupiah besih laba periodic atas dasar klasifikasi sumber bilamana statemen laba-rugi telah memuat semua faktro yang menentukan laba bersih dan laba komprehensif ini telah ditransfer ke laba ditahan menjadi bagian dari ekuitas pemegang saham.
2. Perincian atas dasar tujuan penggunaan
            Dalam praktik, perincian ini dittunjukkan dengan adanya pos cadangan jaminan social, laba ditahan terbatas, dan cadangan umum. Selanjutnya dinyatakan bahwa penyisihan hanya akan bermakna bila disisi asset disisihkan benar-benar sejumlah rupiah untuk tujuan penyisiahan tersebut. Penyisihan laba ditahan sebagai cadangan khusus akan cenderung memberikan gambaran yang menyesatkan kepada para pembaca statemen keuangan. Istilah “cadangan” member kesan sebagai dana kas atau semacamnya yang disisihkan untuktujuan khusus. Bentuk lain penyisihan adalah untuk tujuan penyerapan kemungkinan rugi atau ketidak pastian lainnya. Penyisihan ini juga tidak bermakna karena pada dasrnya total jumlah rupiah laba ditahan dapat dipandang sebagai penyangga atau cadangan umum.
LABA KOMPREHENSIF DAN PENYAJIANNYA
Laba komprehensif
            Perubahan akibat transaksi operasi atau transaksi nonpemilik harus dibedakan dan dipisahkan secara tegas dengan perubahan akibat transaksi pemilik, semua perubahan akibat transaksi operasi harus dilaporkan melalui statemen laba-rugi. Pos mana saja yang disajikan melalui statemen laba-rugi dan melalui stateen laba ditahan ada dua pendekeatan yang dapat dianut:
1.      Laba kinerja sekarang. Pendekatan ini hanya memasukkan ke dalam statemen laba-rugi pos-pos operasi yang dianggap bertalian dengantahun berjalan dan penggunaan asset unutk mencapai tujuan utama.
2.      Laba semua termasuk.  Pendekatan ini menekankan pemisahan secara tegas transaksi operasi dalam arti luas dan transaksi modal. Dengan kata lain, yang diperhitungkan sebagai laba dan disajikan melalui statemen laba-rugi adalah semua pos akibat transaksi non pemilik. Pendekatan ini dilandasi oleh konsep kontinuitas usaha yang memandang statemen laba-rugi merupakan penggalan aliran operasi dan dalam jangka panjang.
Penyajian laba komprehensif
Dengan dianutnya pendekatan laba semua termasuk atau laba komprehensif, masalahnya adalah bagaimana menyajikan komponen-komponen pembentuk laba komprehensif dan bagaimana mereka disajikan dalam statement laba-rugi.
Komponen-komponen pembentukan laba-rugi
(1)   Seksi operasi utama (major activities section)
a.       Penjualan atau pendapatan
b.      Kos barang terjual
c.       Biaya penjualan
d.      Biaya administrative atau umum
(2)   Seksi operasi tambahan
a.       Pendapatan lainnya dan untung
b.      Biaya lainnya dan rugi
(3)   Pajak penghasilan
(4)   Operasi hentian
(5)   Pos-pos luar biasa
(6)   Pengaruh kumulatif perubahan prinsip akuntansi
(7)   Pengeruh kumulatif perubahan estimate/ taksiran
(8)   Perubahan ekuitas nonpemilik lainnya termasuk pos-pos penerobos
Dengan pendekatan semua-termasuk, FASB memperluas cakupan laba yang meliputi pula apa yang sebelumnya disebut dengan pos-pos penerobos yaitu pos-pos yang dilaporkan langsung dalam statemen laba ditahan tanpa melalui statemen laba-rugi. Komponen (6) dan (7) juga dikategorikan sebagai komponen perubahan ekuitas nonpemilik dan keduanya disebut pengaruh kumulatif perubahan akuntansi atau penyesuaian kumulatif akuntansi sehingga pos-pos selain yang masuk dalam kategori ini disebut dengan perubahan ekuitas nonpemilik lainnya. Karena komponen(1) sampai (8) semuanya masuk dalam statemen laba-rugi, angka bersih yang diperoleh disebut oleh FASB dengan laba komprehensif.
            Terdapat dua pendekatan penyusunan statemen laba-rugi untuk menyajikan komponen (1) sampai (8). Pendekatan satu statemen menyajikan kedelapan komponen tersebut dalam satu statemen yang diberi judul statemen laba-rugi dan laba rugi komprehensif. Pendekatan dua statemen memisahkan pelaporan komponen (1) sampai (7) dalam statemen laba-rugi dan menyajikan pengaruh komponen (8) terhadap laba periode bersih dalam statemen laba-rugi komprehensif.