Sabtu, 21 Desember 2013

BIAYA (teori akuntansi)



BIAYA

PENGERTIAN BIAYA

            APB menjelaskan bahwa seperti pendapatan, biaya timbul haya dalam kaitannya dengan kegiatan penciptaan laba yang mengakibatkan perubahan ekuitas. Pengiriman barang (direprentasi dengan kos barang terjual) dalam transaksi penjualan merupakan biaya karena hasil bersih (net result) penjualan tersebut adalah perubahan ekuitas. Dilain pihak, timbulnya kewajiban untuk pembelian asset merupakan biaya karena ekuitas tidak dapat berubah pada saat pembelian tersebut. Dengan makna yang hamper sama, IAI (IASC) mendefenisikan biaya dalam standar akuntansi keuangan (2002) sebagai berikut:

  • Expenses are decreases in economic benefit during the accounting period in the form of outflows or depletions of assets or incurrences of liabilities that result in decreases in equity, other than those relating to equity participants.

  • Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu perioda ekuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanaman modal.

KARAKTERISTIK BIAYA

Karakteristik utama:
1.      Penurunan asset
Untuk dapat mengatakan bahwa biaya timbul, harus terjadi transaksi atau kejadian yang menurunkan asset atau menimbulkan aliran keluar asset atau sumber ekonomik. Asset dalam hal ini harus diartikan sebagai semua asset perusahaan sebagai semua asset perusahaan sebagai suatu kesatuan.
2.      Operasi utama yang menerus
Agar menjadi biaya konsumsi tersebut harus berkaitan dengan kegiatan utama atau sentral kesatuan usaha. Yang dimaksud dengan kegiatan utama adalah kegiatan penciptaan pendapatan (laba) yang direpresentasikan dalam kegiatan memproduksi/ mengirim barang atau menyerahkan/ melaksanakan jasa.
Karakteristik pendukung:
1.      Kenaikan kewajiban
Alasannya adalah agar makna biaya cukup luas untuk mencakupi pula pos-pos yang timbul dalam penyesuaian akhir tahun. Bila barang dan jasa telah dimanfaatkan oleh perusahaan tetapi perusahaan tidak mengakuinya sebagai asset sebelumnya atau perusahaan belum mengakui kewajiban atas penggunaan barang dan jasa yang dikuasai pihak lain, perusahaan mempunyai keharusan untuk membayar atau melakukan pengorbanan sumber ekonomik dimasa dating sehingga kewajiban timbul. Sebagai contoh adalah tariff (fee) pengiriman barang oleh perusahaan  ekspedisi yang belum dibayar perusahaan. Jasa pengiriman telah dikonsumsi dan menimbulkan pendapatan sehingga biaya harus timbul diikuti dengan keneikan kewajiban.
2.      Penururnan akuitas
Defenisi APB dan IAI secara eksplisit menyebutkan bahwa penururnan asset akhirnya akan mengubah ekuitas atau menurunkan ekuitas. Penurunan ekuitas lebih menegaskan pengertian biaya karena tidak setiap penurunan asset mengakibatkan penurunan ekuitas. Misalnya pembagian dividen kas merupakan penurunan asset tetapi tidak dapat disebut sebagai biaya. Jadi, penurunan ekuitas hanya merupakan karakteristik pendukung makna biaya.

ALIRAN FISIS ATAU MONETER

            FASB memisahkan antara pengertian biaya  dan pengukuran biaya. Bahwa biaya timbul dari penyerahan/ produksi barang atau dari pelaksanaan jasa member isyarat bahwa FASB memaknai biaya (penurunan asset) sebagai kejadian fisis. Secara semantic, biaya seharusnya didefenisikan sebagai perubahan atau penurunan nilai sehingga timbulnya biaya harus merupakan kejadian moneter. Defenisi kam dilandasi oelh pemikiran bahwa biaya merupakan kejadian moneter yaitu perubahan nilai asset, kewajiban, atau ekuitas. Nilai ini diukur dengan kos barang dan jasa yang dapat dikuasai dan dimanfaatkan kesatuan usaha melalui penyerahan asetm(pembelian tunai), penimbulan kewajiban (pembelian kredit), dan peningkatan ekuitas (pembelian dengan saham perusahaan sebagai penghargaan).
            Defenisi Kam mengisyaratkan bahwa pemanfaatan barang dan jasa meruakan upaya kesatuan usaha dalam rangkamenghasilkan pendapatan. Upaya tersebut diukur dengan kos barang danjasa untuk menciptakan pendapatan. Keunggulan defenisi Kam disbanding FASB adalah pemasukan perioda sekarang sebagai wadah atau takaran untuk menghubungkan pendapatan dengan biaya.

Rugi
            Kata kunci yang melekat pada pengertia rugi adalah:
1.      Penurunan ekuitas (asset bersih) 
2.      Transaksi peripheral atau incidental 
3.      Selain apa yang didefenisikan sebagai biaya atau selain distribusi ke pemilik

Rugi perlu didefenisi sebagai elemen dan dibedakan dengan biaya oleh FASB karena sifat terjadinya sebagaimana disebut dalam karakteristik (2) di atas. Untuk disebut rugi, kejadian yang menimbulkan harus peripheral atau incidental atau di luar kendali manajemen. Empat sumber rugi yang diidentifikasi FASB adalah:
a.       Peripheral dan incidental: misalnya penjualan investasi dalam surat-surat berharga, penjualan asset tetap, pelunasan utang obligasi sebelum jatuh tempo. 
b.      Transfer nontimbal-balik dengan pihak lain: misalnya pencurian dan pembayaran ganti rugi dari kekalahan dalam tuntutan perkara hokum. 
c.       Penahanan asset: misalnya penurunan harga sekuritas investasi, penurunan nialai tukar valuta asing, dan penurunan harga karena penahanan sediaan.
d.      Factor lingkungan: misalnya ganti rugi asuransi musibah alam yang lebih rendah daari kos asset yang rusak. Contoh lain adalah lenyapnya manfaat asset yang tidak diasuransikan akibat kebakaran.

Kos yang telah dikorbankan tetapi tidak ada imbalan barang atau jasa yang diterima (tidak dapat dihubungkan dengan pendapatan) tidak dapat dianggap sebagai rugi begitu saja.

PENGAKUAN BIAYA
            Pengakuan biaya tidak dibedakan dengan pengakuan rugi. Pengakuan menyangkut masalah criteria pengakuan yaitu apa yang harus dipenuhi agar penurunan nilai asset yang memenuhi defenisi biaya tau rugi dapat diakui dan masalah saat pengakuan yaitu peristiwa atau kejadian apa yang menandai bahwa criteria pengakuan telah dipenuhi.

Kriteria Pengakuan Biaya
Biaya dan rugi pada umumnya diakui bila mana salah satu dari dua criteria berikut dipenuhi (SFAC No. 5, prg. 85):
a.       Konsumsi manfaat
Biaya atau rugi diakui bila mana manfaat ekonomik yang dikuasai suatu entitas telah dimanfaatkan atau dikonsumsi dalam pengiriman atau pembuatanbarang, penyerahan atau pelaksanaan jasa, atau kegiatan lain yang merepresentasikan operasi utama atau sentral entitas tersebut.
b.      Lenyapnya atau berkurangnya manfaat masa dating
Biaya atau rugi diakui bila mana asset yang telah diakui sebelumnya diperkirakan telah berkurang manfaat ekonomiknya atau tidak lagi mempunyai manfaat ekonomik.
Kaidah atau Saat Pengakuan
FASB
a.       Konsumsi manfaat
Konsumsi manfaat ekonomik selama suatu perioda dapat diakui langsung pada saat terjadinya atau diakui bersamaan dengan pengakuan pendapatan yang berkaitan.



b.      Lenyapnya atau berkurangnya manfaat masa datang
Biaya atau rugi diakui bila telah menjadi nyata atau jelas bahwa manfaat ekonomik masa dating suatu asset yang diakui sebelumnya telah berkurang atau lenyap atau bahwa kewajiban timbul atau bertambah tanpa adanya manfaat.
APB
Kaidah pengakuan di atas sebenarnya dilandasi oleh basis asosiasi yang oleh APB disebut sebagai prinsip pengakuan biaya pervasive atau luas. Hal ini dinyatakan oleh APB sebagai berikut (APB statement No. 4, prg. 157-160):
a.       Mengasosiasikan sebab dan akibat. Beberapa kos diakui sebagai biaya atas dasar asosiasi langsung dengan pendapatan tertentu.
b.      Alokasi sistemantik dan rasional. Bila tidak ada cara langsung untuk mengasosiasikan sebab dan akibat, beberapa kos diasosiasikan dengan perioda sebagai biaya atas dasar usahauntuk mengalokasikan kos secara sistemantik dan rasional ke beberapa perioda yang diperkirakan menikmati manfaat.
c.       Pengakuan segera. Beberapa kos diasosiasikan dengan perioda berjalan dengan biaya
BASIS ASOSIASI ANTARA BIAYA DAN PENDAPATAN
1.      Asosiasi Sebab dan Akibat
            Konsep upaya dan capaian menyatakan bahwa biaya merupakan upaya dalam rangka mendapatkan capaian berupa pendapatan. Ini berarti ada hubungan sebab akibat antara biaya dan pendapatan. Oleh karena itu, basis penandingan yang paling tidak masuk akal adalah sebab akibat walaupun basis ini lebih merupakan asumsi dari pada kenyataan karena dalam banyak hal sulit dibuktikan secara meyakinkan bahwa biaya menyebabkan pendapatan.
2.      Alokasi Sistemantik dan Rasional
Alokasi sistemantik dan rasional merupakan proses penandingan dengan perioda sebagai penakar pendapatan dan biaya. Proses ini sering disebut penandingan perioda. Dalam pengakuan biaya, diasumsikan bahwa yang menerima manfaat dari potensi jasa adalah perioda bukannya produk.
3.      Pembebanan arbitrer
Kalau tidak ada alasan yang kuat untuk menunda pembebanan kos untuk mencapai penandingan sebab akibat dan juga tidak ada dasar alokasi yang layak, suatu kos biasanya akan langsung dibebankan dalam perioda terjadinya. Ini berarti bahwa kos ditandingkan dengan pendapatan secara arbitrer. Penandingan arbitrer tidak selalu berkaitan dengan pengakuan rugi. Kos suatu potensi jasa akan segera diakui sebagai biaya atau rugi kalau terbukti bahwa manfaat ekonomiknya menjadi lenyap atau berkurang.

Tidak ada komentar: